Kata pernikahan sudah teringang-ngiang di kepala & pikiran ini sejak 5 tahun lalu. Juga yang kemudian ingin diwujudkan ke dalam pengikatan janji. Banyak teman dekat, saudara menikah 5 tahun lalu, tapi aku belum juga menikah.
Kini, kata pernikahan kembali hadir memenuhi hidupku. Aku sendiri sudah dipinang oleh seorang pria asal Betawi, dan berencana menikah sebulan kemudian. Kami berdua adalah teman semasa sekolah di SMP & SMA. Berpacaran baru setahun lebih. Entah menular atau memang kebetulan belaka, beberapa kerabat dekatku juga sudah dan akan melangsungkan pernikahan.
Salah seorang sepupu perempuanku di bulan April akan menikah. Dia sudah lebih dulu dilamar tahun lalu, walaupun tiba-tiba saja aku berencana menikah lebih dulu darinya.
Seorang teman kantor ternyata dalam waktu dekat akan melakukan pelamaran. Padahal gak pake proses pacaran sebelumnya. Dan beberapa bulan ke depan mereka berencana akan menikah juga. Sebulan yang lalu salah seorang teman perempuanku yang aku kenal di milis, menikah. Padahal terakhir bertemu dengannya, dia belum punya kekasih. Tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh kabar gembira ini. Dia bilang gak mau pacaran terlalu lama, kalau sudah cocok, kenapa tidak disegerakan.
Baru-baru ini teman sekolahku juga gerak cepat. Mereka akan melangsungkan pernikahan di bulan ini. Padahal mereka baru saja bertemu di acara reuni SMP bulan November lalu. Gak disangka, gak diduga. Siapa yang tau kalau jodoh kita ternyata teman sekolah. Padahal waktu di sekolah dulu, kami tak pernah bertegur sapa. Kalau kata pak ustadz, rejeki, kematian dan jodoh memang sudah digariskan ALLAH. Yang perlu diusahakan adalah rejeki & jodoh. Kalau misalnya tidak ada gerakan dari pihak lelaki, dan tidak ada respon dari sang wanita, mana bisa ini semua terjadi. Walaupun sebetulnya, harus dengan ijin ALLAH ya.
Apa sih pernikahan itu? Menurut Wikipedia, pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmi suatu ikatan secara hukum agama, hukum negara, dan hukum adat.
Perlu persiapan lahir dan batin untuk menghadapi pernikahan. Ucapan janji dua orang yang menikah adalah di hadapan Allah. Karena itu harusnya hanya terjadi sekali seumur hidup. Aku adalah anak tunggal yang baru kali ini akan mengalami pernikahan di keluargaku. Jadi aku belum tahu bagaimana rasa & repotnya mempersiapkan pernikahan. Kali ini aku alami sendiri bagaimana segala sesuatunya berjalan. Banyak teman bilang, kalau mendekati waktu pernikahan, banyak godaan atau adanya benturan-benturan kecil yang karena masalah sepele. Saat seperti ini sensitivitas dan senewen lebih tinggi dari biasanya. Musti ada yang mengalah. Apalagi pernikahan adalah menyatukan dua budaya dan dua keluarga. Sekali saja ada yang menyinggung pasangan atau keluarga, akan jadi berabe urusannya. Kesampingkan sifat ego masing-masing. Segala sesuatunya perlu dibicarakan dengan kepala dingin.
Yah well, ini hanya sekelumit tulisan plus sedikit nasehat dari calon pengantin, untuk para calon manten lain. Terinspirasi dari kekagetanku dengar berita soal Latifah-Binur yang akan segera melaksanakan pernikahan. Semoga lancar jaya rencana pernikahannya. Juga sama kagetnya ke Emi dimana aku gak pernah tau siapa pacarnya, tiba-tiba aja kirim undangan.
Tulisan ini juga aku persembahkan buat temen-temenku yang masih lajang & siap nikah. Semoga cepat mendapat jodoh ;)
*Kalau belum dapet calon istri/suami, sering-sering dateng ke acara reuni mungkin yah, siapa tau nemu jodohnya :D
Firman ALLAH yang artinya: 'Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.' (QS. Al-Hujuraat : 13).
BSD, 16 Januari 2010

No comments:
Post a Comment