Dia datang menhampiriku dengan wajah dingin tanpa senyum
Duduk di sampingku sambil menghela napas panjang
Menatapku sebentar kemudian mengambil botol air minum di dekatku
Setelah habis meminum air itu, dia hanya memandang jauh ke depan
Momen hilang sesaat.
Tidak ada tanda ada kalimat keluar dari bibirnya
Aku memulai memecah kesunyian diantara kita
Dia hanya menjawab singkat tanpa ekspresi
Sekali lagi aku coba keluarkan kalimat dari bibirku
Sekali lagi dia hanya menjawab singkat tanpa ekspresi
Karena aku tak suka kebisuan
Sedangkan dia sangat menyukainya
Waktu berlalu begitu cepat, diam masih menyelimuti kita
Diantara kerumunan orang banyak, riuh rendah suara di sekeliling kita
Hanya kebisuan yang menghampiri
Mestinya hari ini kita tertawa bahagia, seperti keluarga di sebelahku
Seharusnya kita bergandengan mesra, seperti banyak pasangan disini
Diamnya yang tak beralasan membuatku ingin berteriak di telinganya
Diamnya membuatku ingin berlari menghindarinya
Diamnya memancingku ingin memukulnya
Aku coba tahan, dengan seribu tanya di pikiranku
Diamnya yang tak kunjung bicara
Haruskah kita bercinta untuk menggantikan keheningan ini?

No comments:
Post a Comment